Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level psikologis Rp17.015 pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Angka ini memicu kekhawatiran masyarakat akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih sangat kuat.
Waduh, memang lagi ramai ya soal “Rupiah 17 Ribu”. Tenang, Pak Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) sudah angkat bicara kok. Dia bilang ekonomi kita masih aman dan nggak perlu “mumet” berlebihan.
Berikut adalah artikel ringkas yang membahas situasi terkini rupiah per Maret 2026:
Rupiah Tembus Rp17.000: Menkeu Purbaya Sebut Itu “Sentimen”, Bukan Resesi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level psikologis Rp17.015 pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Angka ini memicu kekhawatiran masyarakat akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih sangat kuat.
1. Apa Penyebabnya?
Menurut Menkeu Purbaya, pelemahan ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal dan psikologis pasar:
- Sentimen Negatif Ekonom: Purbaya menyayangkan pernyataan beberapa ekonom yang menyebut Indonesia menuju resesi, yang menurutnya justru memicu kepanikan pasar.
- Konflik Global: Eskalasi ketegangan di Timur Tengah (konflik Iran) dan kenaikan harga minyak dunia di atas US$100 per barel turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.
- Outlook Negatif: Revisi outlook Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings juga memberi tekanan tambahan pada awal Maret.
2. Respon Pemerintah
Menkeu Purbaya menegaskan pemerintah tidak tinggal diam:
- Jaga Daya Beli: Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat “mati-matian” agar konsumsi domestik tetap stabil.
- Bantah Resesi: Purbaya membantah keras isu resesi. Ia menyatakan ekonomi Indonesia masih dalam fase ekspansi dan jauh dari kata krisis.
- Intervensi Pasar: Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menstabilkan nilai tukar melalui kebijakan fiskal dan moneter.
3. Kondisi Terkini (Maret 2026)
Kabar baiknya, tekanan mulai mereda. Berdasarkan data terbaru:
- Pada Selasa, 10 Maret 2026, rupiah sudah mulai berbalik menguat ke level Rp16.863 – Rp16.882 per dolar AS.
- Kurs JISDOR Bank Indonesia mencatat perbaikan dari Rp16.974 pada 9 Maret menjadi Rp16.879 pada 10 Maret 2026.